Katalog LGC AXIO Proficiency Testing 2027: Dari Akrilamida di Kopi hingga PFAS di Air Limbah

Jakarta, 24 September 2026 – Sebagian besar katalog produk dibaca seperti daftar belanja: cari kode, cek harga, selesai. Katalog LGC AXIO Proficiency Testing Schemes 2027 justru layak dibaca seperti peta kerja. Di dalam 152 halamannya tersimpan gambaran nyata tentang apa yang diuji laboratorium di seluruh dunia hari ini: dari akrilamida pada kopi, mikotoksin pada rempah, hingga senyawa PFAS pada air limbah.

Artikel ini mengajak pembaca menelusuri isinya secara lebih dekat. Tujuannya sederhana: membantu para manajer mutu, penyelia, dan analis memahami bagaimana proficiency testing LGC AXIO bekerja, sampel apa saja yang tersedia, dan bagaimana hasilnya bisa dipakai sebagai alat pengambilan keputusan, bukan sekadar dokumen untuk auditor. PT Karunia Jasindo menyusun ulasan ini untuk laboratorium di Indonesia yang sedang menyiapkan rencana uji profisiensi tahun 2027.

Sekilas Peta Katalog: Delapan Pintu Masuk

Halaman daftar isi membagi katalog ke dalam kelompok besar: Food & Feed, Beverage, Water & Environment, Consumer Safety, Clinical, Forensic, Industrial, dan easi-tab™ untuk bahan rujukan mikrobiologi. Bagian awalnya menjelaskan apa itu proficiency testing, alasan memilih LGC AXIO, pengenalan platform PORTAL, alur proses, serta kantor lokal dan distributor. Bagian akhirnya berisi FAQ tentang pelaporan, evaluasi hasil, kerahasiaan, dan cara memantau kinerja dari waktu ke waktu.

Setiap halaman skema punya pola serupa: judul, kode skema, ringkasan latar belakang, jenis pengujian yang dicakup, lalu daftar sampel lengkap dengan kode, matriks, dan analit. Di bagian bawah tersedia tombol untuk mengunduh formulir aplikasi dan deskripsi skema. Katalog juga mengingatkan bahwa rentang bahan uji ditentukan setiap tahun dan bisa berubah, sehingga data sampel paling mutakhir selalu harus dicek pada formulir aplikasi dan deskripsi skema.

Skalanya cukup besar. Menurut katalog, LGC AXIO PT melayani lebih dari 13.000 laboratorium di lebih dari 165 negara, dengan lebih dari 2.700 uji profisiensi setiap tahun dan lebih dari 50 uji baru yang dirilis tahun ini.

Enam Pertanyaan Sebelum Memilih Skema Proficiency Testing LGC AXIO

Salah satu bagian paling praktis dalam katalog ada di halaman pengantar: daftar hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih skema PT. Kalau diterjemahkan menjadi pertanyaan kerja, isinya kira-kira begini:

  1. Bahan uji. Apakah materialnya nyata atau simulasi? Properti, konsentrasi, dan satuan pelaporannya cocok dengan pekerjaan rutin Anda?
  2. Berapa banyak peserta, dari negara mana, dan metode apa yang mereka pakai? Apakah jenis laboratoriumnya sebanding dengan laboratorium Anda?
  3. Seberapa sering sampel dikirim, dan apakah partisipasinya cukup fleksibel untuk kebutuhan Anda?
  4. Bagaimana tenggat, format pelaporan, pilihan metode, pelaporan ketidakpastian pengukuran, dan pendekatan statistiknya?
  5. Seberapa cepat laporan terbit, dalam bahasa apa, dengan informasi dan kriteria evaluasi seperti apa, dan bagaimana kerahasiaannya?
  6. Penyedia PT. Seberapa luas cakupan skemanya, seberapa baik dukungan dan umpan baliknya, apakah terakreditasi, dan apakah tersedia sampel sisa atau sampel ulang?

Keenam pertanyaan ini berguna karena mengubah pemilihan skema dari urusan “yang penting ikut” menjadi keputusan berbasis kebutuhan. Sebagai gambaran, LGC AXIO PT menawarkan sampel populer hingga 12 kali setahun, laporan rata-rata dalam 5 hari kerja, serta pelaporan hingga 13 hasil per analit. Angka-angka itu bisa Anda cocokkan langsung dengan pertanyaan nomor 3, 4, dan 5.

Kimia Pangan: Ketika 500 Analit Bertemu Rantai Pasok Global

Skema Food Chemistry (QFCS) adalah salah satu yang paling padat isinya. Katalog menyebut cakupannya lebih dari 500 analit dan lebih dari 100 sampel. Jenis pengujiannya meliputi aditif, informasi nilai gizi, pestisida, kontaminan, alergen, benda asing, unsur, kualitas minyak dan lemak, keaslian, pelabelan, kontak pangan, dan organisme hasil rekayasa genetika.

Beberapa contoh yang menunjukkan betapa dekatnya sampel ini dengan pekerjaan lapangan:

  • Tersedia sampel aflatoksin pada kacang-kacangan dan buah kering, aflatoksin dan okratoksin A pada cabai atau paprika bubuk, mikotoksin pada beras dan tepung jagung (termasuk zearalenon), serta fumonisin dan toksin Fusarium lain pada tepung jagung. Ada pula sampel granola buah yang mencakup deoksinivalenol, zearalenon, fumonisin, T-2, dan HT-2, serta aflatoksin M1 pada susu formula bubuk.
  • Kontaminan proses dan lingkungan. Akrilamida pada keripik kentang dan kopi instan atau kopi bubuk, benzo[a]piren dan PAH pada minyak nabati, Sudan I, III, dan IV pada minyak sawit, serta nitrat pada sayuran dan makanan bayi. Untuk isu yang lebih baru, ada PFAS pada bubuk telur (minimal 10 dari 28 senyawa) dan MOAH pada saus masak berbasis tomat.
  • Sampel gluten tingkat rendah pada tepung dan saus pasta, putih telur pada campuran kue, almond dan kedelai pada tepung beras, β-laktoglobulin pada susu formula, serta kombinasi gluten, protein telur, dan protein susu pada biskuit atau produk daging olahan. Beberapa sampel diminta dilaporkan secara kuantitatif, sebagian lain hanya ada atau tidaknya alergen.
  • Keaslian dan mutu. Konfirmasi keaslian lada putih dan oregano, DNA hewan pada pangan vegan, vanillin pada ekstrak vanila, hingga piperin dan kadar garam pada campuran rempah.

Sampel cereulide untuk susu formula bayi dan minyak tak jenuh ganda, yang baru untuk 2027, menarik dicermati. Toksin ini dilaporkan baik secara kuantitatif maupun kualitatif (terdeteksi atau tidak terdeteksi), dan itu menandakan bahwa laboratorium pangan kini dituntut mampu mengambil keputusan cepat pada matriks bernilai tinggi.

Bagi laboratorium di Indonesia, kelompok sampel ini punya relevansi tersendiri. Kopi, rempah, kakao, beras, jagung, dan minyak sawit adalah komoditas yang akrab dengan ekspor, dan analit seperti mikotoksin, akrilamida, serta residu kontaminan sering menjadi titik pemeriksaan di negara tujuan.

Mikrobiologi: Dari Indikator Harian sampai Patogen Langka

Skema Food Microbiology (QMS) diikuti lebih dari 3.000 laboratorium dan diklaim memiliki rentang analit terluas di dunia. Sampel sorotan dalam katalog adalah PT-MC-16, kombinasi indikator yang mencakup total flora aerob mesofilik, koliform, Enterobacteriaceae, dan E. coli. Menurut katalog, ratusan laboratorium berpartisipasi di setiap putaran, baik pada matriks pangan maupun susu, dengan 12 putaran untuk masing-masing matriks.

Di sisi patogen, daftarnya sangat variatif. Ada Salmonella pada susu bubuk, oatmeal, rempah, teh, biji-bijian, sayuran, hingga kotoran ayam; Listeria pada keju, rempah, dan salad; Cronobacter pada susu dan oatmeal; serta Shigella, Vibrio, Yersinia, dan Campylobacter. Untuk 2027, katalog menambahkan Salmonella pada telur 375 g, Salmonella pada susu formula bayi dengan dan tanpa probiotik, serta Listeria pada bubuk telur.

Ada tiga hal lain yang patut dicatat:

  • Katalog menyebut penyedia ini menyediakan galur STEC nyata untuk O26, O45, O103, O111, O121, dan O145, yang dikenal sebagai “the big six” di Amerika Serikat, ditambah O157:H7. Karena dikirim sebagai bahan infeksius UN2814 Kategori A, perizinan impor dan lisensi ekspor perlu direncanakan jauh hari, dengan pemesanan minimal 16 minggu sebelum pengiriman bagi negara di luar Australia Group.
  • Skema pemantauan permukaan menyediakan sampel swab, contact plate, sponge, sistem ATP, dan filter udara untuk laboratorium yang memantau lingkungan produksi. Ada sampel indikator, patogen (Listeria, Salmonella, E. coli O157), hingga swab siap uji untuk Listeria dan Cronobacter.
  • easi-tab™. Bahan rujukan mikrobiologi ini tertelusur ke National Collection of Type Cultures atau strain setara, diproduksi sesuai ISO 17034, dan berumur simpan hingga 24 bulan. Tersedia enam level hitungan koloni (E1 hingga E6), dari target 50 hingga 5.000.000 cfu per unit, serta matriks steril seperti susu bubuk, oatmeal, kakao bubuk, dan ayam kering.

Air, Udara, dan Lingkungan: Skema yang Berumur Panjang

AQUACHECK sudah berjalan sejak 1985, dengan lebih dari 8.000 laboratorium, sekitar 100 sampel, dan sekitar 1.000 analit. Cakupannya melintasi air minum, permukaan, tanah, limbah, lumpur efluen, rekreasi, hingga air laut. Sementara itu, QWAS melayani lebih dari 1.000 laboratorium mikrobiologi air dan memiliki sampel terlaris PT-WT-412 untuk enumerasi E. coli, koliform, dan Enterococci.

Tren baru terlihat jelas pada daftar 2027. Air minum kini punya sampel ftalat, nitrosamin (termasuk NDMA), asam trifluoroasetat (TFA), dan uranium. Air limbah menghadirkan sampel dengan minimal 56 senyawa PFAS. Air laut memiliki sampel pestisida, dan air farmasi memuat Burkholderia cepacia. Katalog juga memuat sampel Legionella untuk air minum dan air industri, serta skema CRYPTS untuk Cryptosporidium dan Giardia dalam bentuk slide, suspensi, dan filter.

Untuk kesehatan kerja dan emisi, skema AIR, yang dikembangkan bersama Health and Safety Executive (HSE) Inggris, menawarkan filter berisi logam terlarut (kadmium, kromium, kobalt, tembaga, besi, mangan, nikel, timbal, dan seng) serta pengukuran kuarsa respirabel dengan XRD atau FTIR. Sampel baru krom heksavalen pada debu las atau cat juga hadir. Skema CONTEST melengkapinya dengan sampel tanah dan lindi dan, menurut katalog, membantu laboratorium memenuhi standar kinerja MCERTS dari Environment Agency Inggris.

Farmasi, Suplemen, Kosmetik, dan Produk Konsumen

Kelompok Consumer Safety sering luput dari perhatian, padahal isinya sangat kaya.

PHARMASSURE untuk farmasi dan suplemen. Enam sampel dasar mencakup pH, titrasi asam-basa, titrasi lain, densitas, indeks bias, dan titik lebur. Ada pula sampel HPLC (assay dan senyawa terkait), GC, UV, unsur jejak, dan pelarut residu. Untuk suplemen, tersedia logam berat (arsen, kadmium, timbal, merkuri), adulteran seperti sildenafil pada suplemen peningkat stamina, vitamin B dan C pada multivitamin, mineral pada suplemen multielemen, hingga asam lemak omega-3 pada minyak ikan kod. Cairan e-liquid diuji untuk nikotin, propilen glikol, gliserol, densitas, dan viskositas.

CANNABIS untuk kanabinoid, terpen, mikotoksin, dan logam berat. Sampelnya mencakup minyak rami, bunga, dan minyak untuk potensi THC dan CBD, serta unsur pada tanaman kering simulasi. Katalog mencatat bahwa jumlah maksimum THC pada beberapa bahan uji dibatasi hanya 1 mg.

COSMETICS untuk kosmetik, produk mandi, dan deterjen. Katalog menyebut skema ini membantu laboratorium mengikuti regulasi seperti MoCRA di Amerika Serikat dan CSAR di Tiongkok. Sampelnya sangat beragam: uji mikrobiologi pada bubuk, krim, dan cairan (termasuk Staphylococcus aureus, Candida albicans, dan Pseudomonas aeruginosa), uji tantang pengawet, pH dan viskositas, sabun dan deterjen, etanol serta metanol pada hand sanitiser, efisiensi filtrasi bakteri pada masker wajah, hingga DNA hewan pada produk perawatan bibir.

CONSUMER PRODUCTS, yang dulu bernama TOYTEST. Semula berbasis standar mainan EN71 dan ASTM F963, skema ini kini juga meliputi uji fisik, kimia, akustik, listrik, dan mudah terbakar. Ada uji pelepasan nikel (EN 1811:2023), uji migrasi unsur pada cat dan tekstil, serta asesmen puting dot (EN 1400:2013+A2:2018). Analitnya mencakup ftalat, bisfenol, timah, dan merkuri, sehingga cocok bagi laboratorium internal produsen hingga lembaga kepatuhan.

Klinis, Forensik, dan Industri: Ruang yang Lebih Spesifik

Di sisi klinis, skema IPT (imunosupresan), TDM (pemantauan obat terapeutik), TOX (toksikologi), serta DAU, DOF, dan DAH (narkoba dalam urin, cairan mulut, dan rambut) memiliki kelompok penasihat yang terdiri dari perwakilan organisasi profesi, peserta, dan pakar. Hasil peserta Inggris yang memiliki tanggung jawab klinis dilaporkan ke panel jaminan mutu nasional patologi kimia di sana. Sampel cairan mulut dan rambutnya berasal dari bahan manusia asli.

Skema forensik mencakup FAE untuk residu bahan peledak (bekerja sama dengan ENFSI), QUARTZ untuk toksikologi forensik dengan skenario kasus seperti kematian mendadak dan mengemudi di bawah pengaruh, serta FIRMS untuk spektrometri massa rasio isotop. Sedangkan skema Industrial menawarkan uji profisiensi on-demand untuk unsur pada logam dan paduan serta analit petroleum, dengan laporan instan setelah hasil dikirim lewat PORTAL.

Membaca Laporan PT: Lima Lensa yang Jarang Dipakai

Hasil PT hanya bermanfaat jika ditafsirkan dengan tepat. Katalog memberi kerangka yang bagus untuk itu.

Lensa 1: konteks putaran. Lihat hasil keseluruhan di putaran tersebut, kinerja metode, faktor bahan uji, ada tidaknya distribusi hasil bimodal, dan faktor skema. Distribusi bimodal, misalnya, bisa menandakan dua kelompok metode yang menghasilkan angka berbeda secara sistematis. Dalam kasus itu, posisi laboratorium Anda perlu dibaca terhadap kelompok metodenya, bukan terhadap seluruh peserta.

Lensa 2: tren. Pantau kinerja dari waktu ke waktu, pada kelompok properti yang sama, per metode, dan per analis. Satu hasil hanya mencerminkan performa pada hari pengujian.

Lensa 3: sumber kesalahan. Pisahkan kesalahan non-analitis (salah salin, salah satuan, format, perhitungan) dari kesalahan analitis (kalibrasi, metodologi, ekstraksi, pembersihan sampel, bahan uji, analis). Kedua kelompok butuh tindakan korektif yang berbeda.

Lensa 4: nilai acuan. Nilai acuan bisa ditetapkan melalui formulasi, kadang dengan bahan rujukan bersertifikat, atau melalui nilai konsensus peserta dengan statistik robust. Untuk konsensus, ketidakpastian baku nilai acuan dihitung sebagai 1,25 kali simpangan baku robust dibagi akar jumlah hasil. Bila nilainya tidak lebih dari 0,3 kali simpangan baku penilaian kecakapan, ketidakpastiannya dianggap dapat diabaikan. Jika lebih besar, laporan akan memakai z’ (z-prime).

Lensa 5: penanganan hasil ekstrem. Katalog menjelaskan bahwa hasil di luar nilai acuan ± 5 kali simpangan baku penilaian kecakapan dikeluarkan dari perhitungan statistik, lalu rata-rata dan simpangan baku robust dihitung ulang. Meski begitu, semua hasil, termasuk yang dikeluarkan, tetap memperoleh skor kinerja.

Untuk pengujian kuantitatif, interpretasi z-score sederhana: |z| ≤ 2,00 memuaskan, di atas 2,00 hingga di bawah 3,00 dipertanyakan, dan 3,00 ke atas tidak memuaskan. Pada mikrobiologi, LGC AXIO PT memakai simpangan baku tetap 0,35 log10 untuk sebagian besar pengujian. Untuk pengujian kualitatif, hasil yang sesuai nilai acuan dianggap memuaskan.

Insight Profesional: Enam Kebiasaan Laboratorium yang Memetik Manfaat Maksimal

  1. Jadikan PT bagian dari kalender mutu, bukan agenda dadakan. Petakan pesanan setahun ke depan bersama jadwal audit dan validasi metode. Perubahan pesanan hanya dimungkinkan sampai satu minggu sebelum tanggal distribusi.
  2. Manfaatkan pengiriman multihasil sebagai eksperimen murah. Dengan hingga 13 hasil per analit, laboratorium dapat membandingkan dua instrumen, dua metode, atau dua analis tanpa membeli sampel tambahan. Hanya tiga hasil dengan metode berbeda yang dinominasikan ke statistik.
  3. Jangan takut pada hasil buruk, takutlah pada hasil yang tidak dipelajari. Katalog mengajak laboratorium bersikap terbuka dan siap dievaluasi tidak memuaskan sewaktu-waktu. Nilai terbesar PT justru muncul ketika masalah tersingkap sebelum pelanggan atau auditor menemukannya.
  4. Dokumentasikan akar masalah di tempat yang sama. Fitur penghitungan ulang dan analisis akar masalah di PORTAL memungkinkan skor koreksi terhubung dengan hasil asli, jadi bukti tindakan korektif tersimpan rapi dan mudah ditunjukkan.
  5. Gunakan sisa sampel dengan cerdas. Sampel PT sisa bisa menjadi kontrol mutu internal atau sarana melatih staf baru. Katalog juga menyebut edukasi staf dan penilaian ketidakpastian pengukuran sebagai manfaat partisipasi.
  6. Tunjukkan data ke manajemen, bukan hanya ke auditor. Grafik tren dan Data Dashboard memudahkan manajer mutu memaparkan kinerja per skema, metode, dan analis dalam rapat tinjauan manajemen. Data yang dipresentasikan dengan baik mempermudah persetujuan anggaran perbaikan.

PT Karunia Jasindo: Menerjemahkan Katalog Menjadi Rencana Kerja

Membaca katalog setebal 152 halaman memang menyenangkan bagi yang gemar detail, tetapi tidak semua laboratorium punya waktu untuk memilah ratusan kode sampel. Di sinilah PT Karunia Jasindo dapat membantu laboratorium di Indonesia yang ingin memanfaatkan solusi LGC AXIO Proficiency Testing: memetakan ruang lingkup pengujian ke skema yang relevan, menyusun daftar sampel prioritas, dan membantu koordinasi terkait pemesanan, jadwal distribusi, serta pemanfaatan PORTAL.

Katalog LGC sendiri menyebut penyaluran produknya dilakukan melalui tim lapangan dan kantor, webshop, serta jaringan distributor otorisasi. Kehadiran mitra lokal yang memahami kebutuhan laboratorium setempat dapat mempersingkat diskusi teknis, terutama saat memilih antara sampel yang tampak mirip, misalnya PT-MC-16 untuk indikator dengan matriks pangan atau susu, atau ketika harus menyiapkan logistik untuk sampel yang memerlukan izin khusus.

Untuk berkonsultasi, hubungi PT Karunia Jasindo melalui sales@karusindo.com atau kunjungi KATALOG LGC AXIO PT 2027.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Dari mana bahan uji PT berasal?

Sebagian besar dibuat sendiri oleh LGC. Bila tidak memungkinkan, bahan disiapkan atau dicari sedekat mungkin dengan sampel rutin peserta. Demi homogenitas dan stabilitas, sebagian bahan berupa matriks simulasi atau larutan spike, dan rentang konsentrasi analit biasanya divariasikan antarputaran agar tetap realistis dan menantang.

Apakah waktu pengiriman memengaruhi hasil?

Menurut katalog, bahan uji stabil pada suhu penyimpanan yang ditentukan selama periode putaran, dan studi menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara hasil yang diuji sehari setelah pengiriman dan yang diuji pada hari tenggat.

Bagaimana kerahasiaan hasil dijaga?

Setiap peserta mendapat nomor referensi laboratorium unik. Hanya tim PT dan laboratorium itu sendiri yang mengetahui nomor tersebut.

Bagaimana biaya dan pembayarannya?

Biaya partisipasi ditinjau tiap tahun dan tersedia berdasarkan permintaan. Syarat pembayaran tercantum pada formulir aplikasi dan faktur, dan keterlambatan pembayaran dapat membuat bahan uji atau laporan ditahan.

Bisakah saya meminta laporan khusus untuk kelompok laboratorium saya?

Bisa. Katalog menyebut laporan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, meski mungkin ada biaya tambahan untuk administrasi dan pemrograman. Untuk perusahaan dengan banyak cabang, fitur pelaporan tingkat grup di PORTAL juga layak dipertimbangkan.

Penutup: Katalog sebagai Alat Berpikir

Pada akhirnya, katalog LGC AXIO Proficiency Testing 2027 menunjukkan satu pesan yang konsisten: mutu bukan hasil satu kali uji, melainkan kebiasaan yang terus dipantau. Dari sampel nyata yang meniru pekerjaan sehari-hari, laporan yang cepat, sampai platform yang membantu menelusuri akar masalah, semuanya dirancang agar laboratorium bisa lebih cepat belajar daripada masalahnya bertumbuh.

Bagi laboratorium di Indonesia, langkah pertama dalam proficiency testing LGC AXIO tidak harus besar. Pilih satu skema yang paling dekat dengan pekerjaan utama, jalankan satu putaran dengan disiplin, lalu pelajari laporannya. Jika Anda ingin ditemani sejak tahap pemilihan skema, PT Karunia Jasindo siap membantu.

Ingin berdiskusi tentang skema LGC AXIO Proficiency Testing yang paling sesuai untuk laboratorium Anda? Klik banner di bawah atau hubungi PT Karunia Jasindo.

Share this

Signup our newsletter to get update information, news, insight or promotions.