Interscience Luncurkan Scan 3000 Ai dan Scan 5000 Ai, Colony Counter Bertenaga AI Terbaru 2025

Bagi siapa pun yang pernah menghabiskan waktu berjam-jam menghitung koloni bakteri satu per satu di depan cawan petri, kabar ini layak disambut gembira. Interscience, produsen peralatan mikrobiologi asal Prancis dengan pengalaman lebih dari 45 tahun, resmi memperkenalkan dua produk komersial terbarunya pada 2025: Scan 3000 Ai dan Scan 5000 Ai — colony counter otomatis generasi terbaru yang sepenuhnya ditenagai kecerdasan buatan (AI).

Peluncuran ini bukan sekadar penambahan lini produk biasa. Scan 3000 Ai bahkan tampil sebagai world premiere di ajang Forum Labo Paris 2025, salah satu pameran alat laboratorium terbesar di Eropa, dan langsung membawa pulang penghargaan 2025 Innovation Awards untuk kategori Scientific Instrumentation. Sebuah pengakuan yang tidak datang dengan mudah, mengingat kompetisi di kategori ini biasanya diikuti puluhan inovasi alat laboratorium dari berbagai produsen global.

Perjalanan Panjang di Balik Satu Produk

Menariknya, Scan Ai bukan produk yang lahir dalam semalam. Menurut penuturan Emmanuel Jalenques, co-CEO Interscience, cikal bakal teknologi ini sudah dimulai sejak 2019, ketika tim R&D Interscience mulai mengeksplorasi penggunaan convolutional neural network (CNN) untuk aplikasi penghitungan koloni. Pengalaman perusahaan yang sejak 2006 sudah memproduksi colony counter otomatis berbasis algoritma konvensional memberikan pemahaman mendalam tentang kebutuhan nyata pengguna di lapangan.

Titik krusial berikutnya terjadi pada 2017, saat Interscience mengembangkan ScanStation — stasiun inkubasi dan penghitungan koloni real-time yang turut meraih Innovation Awards pada tahun peluncurannya. Dari ScanStation inilah Interscience berhasil mengumpulkan sekitar satu juta gambar cawan petri yang telah dianotasi secara akurat, membentuk basis data pelatihan yang sangat kaya untuk mengembangkan model AI yang andal.

Sejak 2021, Interscience juga menjalin kemitraan dengan berbagai laboratorium pengolahan citra di universitas serta sekolah teknik untuk mempercepat pengembangan teori AI yang diterapkan pada mikrobiologi. Uji coba lapangan pun dilakukan bersama sejumlah klien Interscience, termasuk Merieux Nutrisciences di Merville, Prancis — salah satu laboratorium jasa pengujian terbesar di dunia — untuk memvalidasi performa produk dalam skenario penggunaan nyata sebelum akhirnya diluncurkan secara komersial pada 2025.

Rentang waktu enam tahun antara dimulainya riset pada 2019 hingga peluncuran komersial pada 2025 ini mencerminkan filosofi Interscience dalam mengembangkan teknologi baru: tidak terburu-buru melempar produk ke pasar hanya demi mengejar tren AI yang sedang populer, melainkan memastikan setiap klaim performa benar-benar teruji dan bisa dipertanggungjawabkan di hadapan laboratorium yang beroperasi di bawah regulasi ketat, seperti farmasi dan pengujian pangan untuk ekspor.

Mengenal Scan 3000 Ai dan Scan 5000 Ai

Secara sederhana, Scan 3000 Ai dan Scan 5000 Ai adalah alat pembaca dan penghitung koloni otomatis berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk mengotomatisasi dan menstandardisasi proses colony counting dalam analisis mikrobiologi. Keduanya juga berfungsi ganda sebagai inhibition zone reader untuk pengujian sensitivitas antimikroba (antibiogram).

Perbedaan mendasar di antara keduanya terletak pada kapasitas format cawan yang bisa dibaca. Scan 3000 Ai dioptimalkan untuk cawan petri standar berdiameter 55 hingga 90 mm, sedangkan Scan 5000 Ai memiliki jangkauan yang lebih luas — mampu membaca cawan bundar hingga 150 mm serta pelat persegi berukuran 120 mm, menjadikannya pilihan yang lebih fleksibel bagi laboratorium dengan volume dan variasi format pengujian yang lebih tinggi.

Kecerdasan Buatan yang Benar-Benar Bekerja di Lapangan

Yang membedakan Scan Ai dari colony counter generasi sebelumnya adalah kemampuan AI-nya dalam membedakan koloni sungguhan dari berbagai artefak yang kerap mengganggu akurasi penghitungan manual maupun sistem berbasis algoritma konvensional — seperti label di bagian bawah cawan, gelembung udara, embun di tutup cawan, partikel, tulisan tangan, hingga tanda laser marking. Kombinasi kemampuan ini menghasilkan peningkatan akurasi hingga 25 persen dibanding colony counter standar, sekaligus mampu mengklasifikasikan dan menghitung bakteri, khamir, dan kapang secara terpisah.

Dari sisi kecepatan, Scan Ai sanggup memproses hingga 400 pelat per jam, dengan waktu pemrosesan tiap cawan kurang dari satu detik. Kecepatan ini dicapai berkat pendekatan unik Interscience: seluruh jaringan neural CNN dijalankan secara lokal di PC pengguna, tanpa memerlukan koneksi internet maupun ketergantungan pada cloud computing.

Konsep “Locked-AI”: Solusi Cerdas untuk Kekhawatiran Validasi

Salah satu aspek paling menarik dari Scan Ai adalah konsep yang disebut Interscience sebagai locked-AI. Berbeda dengan banyak sistem AI yang terus belajar dan berubah seiring waktu, jaringan neural pada Scan Ai bersifat tetap atau “terkunci” pada satu versi tertentu, kecuali pengguna secara sadar memilih untuk memperbarui ke versi yang lebih baru.

Pendekatan ini menjawab kekhawatiran yang lazim muncul di kalangan industri farmasi dan sektor teregulasi lainnya: bagaimana memvalidasi sebuah sistem AI jika performanya bisa berubah tanpa disadari dari waktu ke waktu? Dengan performa yang tetap konsisten selama tidak ada pembaruan yang dilakukan, industri farmasi bisa melakukan validasi sistem sebagaimana mereka memvalidasi peralatan analitik konvensional lainnya — sekaligus tetap memiliki opsi untuk mengadopsi kemajuan algoritma terbaru kapan pun mereka menghendaki.

Pendekatan locked-AI ini juga mencerminkan pemahaman Interscience terhadap karakter unik industri yang mereka layani. Berbeda dengan aplikasi AI konsumer yang wajar terus diperbarui secara otomatis tanpa banyak pertimbangan, laboratorium teregulasi membutuhkan kestabilan dan dapat diprediksinya performa alat dalam jangka waktu tertentu, agar hasil pengujian yang dikeluarkan hari ini bisa dipertanggungjawabkan dengan metode dan performa yang identik beberapa bulan atau bahkan tahun kemudian, sesuai tuntutan dokumentasi dan audit yang berlaku di industri farmasi maupun pangan.

Keamanan Data sebagai Pertimbangan Serius

Pemrosesan lokal tanpa ketergantungan cloud juga membawa manfaat lain yang sering luput dari perhatian: keamanan data. Bagi laboratorium jasa pengujian yang menangani sampel dan hasil analisis dari banyak klien berbeda, mengirimkan data hasil pengujian ke server cloud pihak ketiga bisa menjadi masalah serius dari sisi kerahasiaan dan kepatuhan kontrak dengan klien mereka. Dengan seluruh proses AI berjalan langsung di komputer laboratorium, risiko ini secara signifikan berkurang.

Kepatuhan Regulasi dan Integrasi Sistem

Scan Ai dirancang untuk memenuhi berbagai standar kepatuhan yang relevan bagi laboratorium teregulasi, termasuk 21 CFR Part 11 untuk integritas data elektronik, ISO 7218 untuk metode umum pengujian mikrobiologi, serta AOAC 977.27. Sistem ini juga mendukung integrasi dengan LIMS (Laboratory Information Management System), dilengkapi fitur tanda tangan elektronik ganda, audit trail, serta kemampuan ekspor data dalam format Excel, PDF, maupun gambar.

Dari sisi kompatibilitas media, Scan Ai dapat digunakan dengan berbagai format pengujian mikrobiologi, mulai dari cawan petri konvensional, pelat Spiral®, Petrifilm™, CompactDry™, Easy Plate™, membran filtrasi, contact plate, hingga pelat pemantauan lingkungan (environmental monitoring plates).

Suara dari Pengguna di Lapangan

Dalam sesi apresiasi yang menyertai peluncuran Scan Ai di Forum Labo Paris 2025, sejumlah pengguna awal turut membagikan pengalaman mereka. Mickaël Lagache, Operational Excellence Manager di Merieux Nutrisciences Merville, menggambarkan Scan 3000 Ai sebagai penghemat waktu nyata yang memungkinkan timnya memperoleh hasil dalam hitungan detik dengan presisi yang sangat baik.

Sementara itu, Philippe Figwer, Ph.D., Direktur ACTALIA Control and Quality di Villers Bocage, menyoroti aspek skalabilitas Scan Ai yang menurutnya sangat relevan bagi laboratorium dengan lingkungan analitik dan matriks pengujian yang beragam serta terus berkembang. Kedua testimoni ini menegaskan bahwa keunggulan Scan Ai tidak hanya terlihat di atas kertas spesifikasi, tetapi juga dirasakan langsung oleh laboratorium yang telah mengujinya dalam operasional sehari-hari.

Menariknya, kedua laboratorium yang memberikan testimoni ini bukan laboratorium sembarangan. Merieux Nutrisciences dikenal sebagai salah satu jaringan laboratorium jasa pengujian terbesar di dunia dengan operasional di banyak negara, sementara ACTALIA merupakan lembaga riset dan pengujian terkemuka di Prancis yang berfokus pada sektor pangan dan pertanian. Keterlibatan laboratorium dengan reputasi dan skala operasional sebesar ini dalam proses uji coba dan validasi Scan Ai menjadi indikator tambahan bahwa produk ini telah melewati pengujian yang cukup ketat sebelum benar-benar dilepas ke pasar komersial.

Cakupan Industri yang Luas

Sebagai alat yang dirancang untuk kebutuhan mikrobiologi lintas sektor, Scan 3000 Ai dan Scan 5000 Ai relevan bagi berbagai jenis laboratorium: mulai dari laboratorium mikrobiologi rumah sakit, unit pengujian medis, quality control farmasi dan bioteknologi, pengujian mikrobiologi pangan dan minuman, laboratorium pemantauan lingkungan, hingga fasilitas riset dan pengembangan. Cakupan sektor ini mencerminkan fokus Interscience secara umum, yang mencakup industri pangan, farmasi, kosmetik, lingkungan, veteriner, dan riset publik.

Keragaman sektor ini bukan kebetulan, melainkan konsekuensi langsung dari filosofi desain Scan Ai yang dibangun untuk kompatibel dengan berbagai format media pengujian mikrobiologi. Sebuah laboratorium farmasi yang rutin menggunakan membran filtrasi untuk uji sterilitas, misalnya, bisa menggunakan alat yang sama dengan laboratorium pengujian pangan yang lebih sering memakai pelat Petrifilm atau Compact Dry untuk uji cemaran mikroba pada produk olahan. Fleksibilitas semacam ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi laboratorium multi-fungsi yang menangani berbagai jenis pengujian dalam satu fasilitas yang sama.

Insight: Apa Artinya Peluncuran Ini bagi Industri Laboratorium

Dari sudut pandang industri, peluncuran Scan 3000 Ai dan Scan 5000 Ai menandai babak baru dalam adopsi AI di laboratorium mikrobiologi — bukan sebagai eksperimen teknologi semata, melainkan sebagai solusi komersial yang telah melalui proses validasi bertahun-tahun sebelum benar-benar dilepas ke pasar. Pendekatan locked-AI yang mereka tawarkan juga memberikan preseden menarik bagi industri lain yang ingin mengadopsi AI namun masih menghadapi tantangan validasi regulasi — sebuah keseimbangan antara inovasi dan kepatuhan yang selama ini sering dianggap sulit dicapai bersamaan.

Bagi laboratorium di Indonesia yang bergerak di bidang food safety, farmasi, maupun pengujian lingkungan, kehadiran teknologi semacam ini membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus akurasi hasil pengujian — dua hal yang selama ini kerap menjadi tantangan utama dalam proses colony counting manual yang memakan waktu dan rentan terhadap variasi antar-operator.

Mengapa Waktu Peluncuran Ini Terasa Tepat

Peluncuran Scan Ai juga tidak lepas dari konteks yang lebih luas di industri laboratorium global. Selama beberapa tahun terakhir, tekanan terhadap laboratorium pengujian terus meningkat dari berbagai arah — mulai dari kelangkaan tenaga analis terlatih, tuntutan kecepatan hasil yang semakin tinggi dari klien maupun regulator, hingga kebutuhan akan integritas data yang semakin ketat seiring penerapan standar seperti 21 CFR Part 11 di berbagai negara.

Penghitungan koloni secara manual, meski masih dianggap sebagai metode baku emas di banyak laboratorium, memiliki keterbatasan yang sulit dihindari: prosesnya memakan waktu, rentan terhadap kelelahan mata analis setelah menghitung ratusan cawan dalam satu shift, dan berpotensi menghasilkan variasi hasil antara satu operator dengan operator lainnya. Di titik inilah solusi seperti Scan Ai menemukan relevansinya — bukan untuk menggantikan keahlian analis mikrobiologi, melainkan untuk membebaskan mereka dari pekerjaan repetitif yang memakan waktu, sehingga bisa fokus pada tugas yang membutuhkan penilaian dan keahlian manusia yang lebih mendalam.

PT Karunia Jasindo: Mengakses Teknologi Ini di Pasar Indonesia

Bagi laboratorium di Indonesia yang tertarik mengevaluasi teknologi seperti Scan 3000 Ai dan Scan 5000 Ai, langkah pertama yang paling praktis adalah berkonsultasi dengan penyedia solusi laboratorium yang memahami lanskap kebutuhan mikrobiologi lokal — mulai dari regulasi yang berlaku, karakteristik sampel yang umum diuji di Indonesia, hingga dukungan purnajual yang tersedia di dalam negeri.

PT Karunia Jasindo, sebagai penyedia solusi laboratorium dengan portofolio yang mencakup reagent, reference standards, proficiency testing, microbiology, consumables, hingga instrument, merupakan salah satu pihak yang dapat membantu laboratorium di Indonesia memahami kebutuhan spesifik mereka sebelum memutuskan investasi pada teknologi otomatisasi berbasis AI semacam ini. Pendekatan konsultatif semacam ini penting, mengingat setiap laboratorium memiliki karakteristik pengujian, volume kerja, dan tingkat kepatuhan regulasi yang berbeda-beda, sehingga rekomendasi yang tepat perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing fasilitas.

Bagaimana Proses Adopsi di Laboratorium Biasanya Berjalan

Bagi laboratorium yang mempertimbangkan investasi pada teknologi seperti Scan Ai, proses adopsi biasanya dimulai dari evaluasi kebutuhan riil — jenis dan volume pengujian yang dilakukan sehari-hari, format cawan dan media yang paling sering digunakan, hingga tingkat kepatuhan regulasi yang harus dipenuhi laboratorium tersebut. Evaluasi ini penting untuk menentukan apakah Scan 3000 Ai dengan format standar sudah mencukupi, atau justru Scan 5000 Ai dengan kapasitas format yang lebih luas menjadi pilihan yang lebih tepat.

Tahap berikutnya biasanya melibatkan sesi demo langsung menggunakan sampel dan cawan milik laboratorium tersebut, untuk memastikan performa alat benar-benar sesuai dengan kondisi kerja nyata, bukan hanya berdasarkan brosur atau video promosi semata. Pendekatan berbasis bukti seperti ini konsisten dengan cara Interscience sendiri mengembangkan dan memvalidasi Scan Ai — melalui uji coba lapangan bertahun-tahun bersama laboratorium mitra sebelum produk ini benar-benar diluncurkan secara komersial pada 2025.

Dengan rekam jejak lebih dari 45 tahun di industri mikrobiologi dan pengakuan internasional lewat Innovation Awards 2025, Scan 3000 Ai dan Scan 5000 Ai layak menjadi perhatian bagi laboratorium yang tengah mempertimbangkan investasi otomatisasi berbasis AI dalam waktu dekat.

 

Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai ketersediaan dan implementasi Scan 3000 Ai maupun Scan 5000 Ai di laboratorium Anda? Konsultasikan kebutuhan spesifik laboratorium Anda dengan tim PT Karunia Jasindo untuk mendapatkan rekomendasi yang paling sesuai dengan kondisi operasional Anda. Hubungi kami di www.karusindo.com atau sales@karusindo.com.

Share this

Signup our newsletter to get update information, news, insight or promotions.